Minggu, 18 Desember 2011

Perkembangan dunia digital komunikasi di indonesia

Saya masih teringat bagaimana dulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar kira kira 8 tahun yang lalu, betapa bangganya seseorang memiliki sebuah handphone, handphone yang saat itu masih begitu besar ukurannya dengan antena yang seperti remote controle. Hingga beberapa tahun kedepan, muncul orang yang sudah membawa sebuah handphone dengan kamera yang masih memiliki kualitas VGA super kecil, bahagia bisa digunakan foto foto walaupun hasilnya tak dapat di bagikan ke orang lain karena tidak ada konektor apapun yang dapat membantu. Mungkin di daerah lain sebenarnya sudah berkembang, namun memang daerah saya tergolong masih begitu terisolir. Tapi semua itu serasa begitu cepat berubah, bahkan hanya dalam hitungan bulan, selalu terdapat teknologi yang baru. Pertama orang di gemparkan dengan adanya konten yang bisa di dapatkan dengan mengetikan SMS, mulai dari ramalan bahkan hingga buat cari pacar. Sungguh lucu dikala ada sebuah iklan dari perusahaan BUMN mengenai internet masuk desa yang dapat digunakan untuk mencari kambing yang hilang, tergelitik rasanya melihat iklan itu. Dan tak lama lagi GPRS juga ikutan masuk, tapi sayang ! bukanlah si punya operator yang buruk, namun orang desa yang belum tahu apa itu GPRS, Internet, Modem dan apalah yang berhubungan dengan dunia maya, sehingga kurang di manfaatkan dengan baik. Harga konten pun pada saat itu masih relatif mahal, bandingkan dengan harga bensin pada saat itu masih 2,5 ribu sedangkan harga konten mencapai 2000'an, tinggal di tambah 500 rupiah kita bisa jalan jalan pake motor, walaupun motornya juga minjem dulu..

Kurang lebih pada tahun 2006, ada sebuah iklan yang mengagetkan. Iklan iklan bertebaran di jalan dan bergantian muncul di TV, perang iklan pada saat itu. Tarif tarif murah di tebarkan, promotor pertama pada saat itu adalah dari perusahaan GSM dengan pengguna terbanyak ke 3 yakni XL, XL memberikan tarif murah bahkan gratis yang saat itu di bintangi iklannya oleh luna maya. Tarif internet yang sudah menggunakan tarif ringan dengan hitungan per kilobyte, menjadi pilihan masyarakat untuk menikmati konten konten yang ada, mulai dari berbagi foto, video dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2008 di gemparkan dengan adanya friendster, namun tak lama sudah tergurus dengan adanya facebook. Semua operator gempar melakukan promosi bundling tarif paket internetan untuk update status dan menulis di dinding teman. Banyak iklan lucu yang tampil dikala itu demi meraih pengguna lebih banyak.

Disusul kembali pada tahun 2009 dengan masuknya Blackbarry ke Indonesia, bayangkan! dulu orang begitu sudah bahagianya memiliki handphone bongsor dengan antena yang panjang, hingga hanya berkualitas kamera VGA mungil, kini orang hanya berjarak beberapa tahun kecil sudah dapat menikmati teknologi yang sangat pintar ini. Tak salah operator langsung menyambut baik hadirnya smartphone di Indonesia yang dapat berhubungan satu sama lain dengan mudah dan murah. Operator menghadirkan berbagai pilihan paket, mulai dari tarif internet murahnya, hinga paket cicilan blackbarry yang hampir sama jika dulu nyicil motor karena malu kalo jalan jalan minjem melulu..

Pada tahun 2010, indonesia belum digemparkan dengan adanya Android smartphone dan tablet, namun dunia sudah mulai bertransformasi. Hingga tahun 2011 indonesia sudah berganti dari blackbarry ke android, bukanlah mengikuti style dunia, namun ini memang teknologi yang lebih ringan digunakan. Android memiliki harga yang jauh lebih murah, namun dengan aplikasi yang sangat banyak yang dapat digunakan untuk saling terhubung dan tetap terkoneksi dengan keluarga dimanapun berada.

Cukup banyak sebenarnya catatan perkembangan teknologi yang ada, bahkan 1 buku pun tak cukup untuk menjelaskannya lebih detail. Bayangkan saja, perkembangan yang dulu berkomunikasi dengan surat menyurat, kita perlu menunggu hingga bahkan 2 bulan lamanya, bahkan di saat kita tidak tahu bahwa surat itu salah alamat, kita tetap menunggu dan menanti. Hingga muncul teknologi sms yang hanya perlu tunggu 2 detik untuk dapat langsung di baca. Dan sekarang, sudah ada teknologi yang memungkinkan untuk langsung berkomunikasi 2 orang hingga lebih melalui kotak chating. Namun apapun teknologi yang terbaru ini, semoga kita tidaklah hanya berdiam diri menjadi seorang konsumen, mari kita menjadi seorang produsen perkembangan teknologi. Mulai dari menemukan teknologi yang baru, hingga apapun yang mungkin dapat kita lakukan sebagai wujud untuk membantu masyarakat luas, asalkan jangan berfikiran dapat menemukan kambing di internet. Okay, salam hangat menganai dunia teknologi komunikasi dan perkembangannya... Mantabbb

Kamis, 24 November 2011

Tujuan Hidup

Mungkin orang lain melihat saya sebagai seorang yg sudah memiliki tujuan hidup, jalan dan angan angan kedepan dalam kehidupan dunia, tapi sungguh hal itu berbalik arah untuk hal akhirat.. sungguh sungguh saya masih kehilangan jalan menuju kesana, bahkan mungkin hal seperti ini hanya sebuah omongan saja dalam hidup saya, dan tetap nanti dan atau esok sy tetap sama sprti semula.. keinginan itu ada tapi entah apa yang membuat langkah itu tak pernah saya ciptakan. hari ini seolah saya mersasakan kembali, apa yang harus saya banggakan dan saya rebut? semua pilihan di depan saya menunjukan akhir yang akan selalu hilang, tak ada yang kekal.. lalu pertanyaannya, apa yang saya lakukan hari ini? dan apa guna untuk esok? jika memang esok sy harus pergi? adakah hal yg penting dan kekal? jika memang semua sudah di tentukan untuk pergi dan tag berguna.